İqbal Musyaffa
21 September 2018•Update: 22 September 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Bank Indonesia (BI) menilai nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini sudah mulai stabil dan cenderung menguat.
Gubernur BI Perry Warjiyo seusai shalat Jumat di Jakarta, mengatakan ada tiga faktor utama yang mendorong stabilitas dan penguatan rupiah.
“Faktor pertama adalah risiko di pasar keuangan global itu mereda, baik itu ketegangan perang dagang maupun di pasar keuangan,” ujar Perry.
Bahkan sekarang di pasar keuangan banyak investor global termasuk fund manager yang melihat bahwa perang dagang tidak berdampak khususnya terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS) dan global, sehingga mereka mulai menginvestasikan dana ke berbagai emerging market.
“Ini terlihat juga arus modal asing yang kemudian mulai masuk ke Indonesia meskipun belum besar,” jelas Perry.
Aliran modal asing sempat mulai keluar dari Indonesia akibat dari krisis Turki dan perang dagang karena Indonesia masuk ke dalam kelompok negara berkembang yang dianggap memiliki risiko yang sama dengan negara berkembang lainnya.
“Semoga minggu depan kalau ada lelang SBN itu ada arus inflow ke SBN. Sejauh ini yang masuk lebih ke pasar sekunder, belum terlalu besar,” lanjut dia.
Faktor kedua yang membuat rupiah cenderung menguat adalah karena kepercayaan investor baik dalam negeri mauppun global terhadap langkah kebijakan BI dan pemerintah cukup kuat.
“Kalau kita komunikasi kepada sejumlah investor besar baik di Singapura, London, dan New York, mereka confident terhadap ekonomi Indonesia yang kuat,” imbuh Perry.
Keyakinan tersebut juga ditunjang oleh kebijakan yang ditempuh Indonesia di sektor moneter yang preemptive dengan pendalaman pasar valas yang terus dilakukan.
Selain itu investor juga melihat kebijakan fiskal Indonesia yang prudent serta adanya langkah konkret pemerintah untuk menurunkan defisit transaksi berjalan yang dipandang sebagai langkah yang tepat sehingga Indonesia dilihat memiliki prospek yang baik.
“Indonesia juga dibedakan dengan sejumlah negara emerging market lainnya,” kata Perry.
Faktor ketiga yang membuat rupiah menguat adalah karena semakin banyaknya investor ataupun pemilik valas yang menjual valasnya ke pasar dan menambah supply dolar.
“Kita terima kasih kepada pengusaha yang memang terus menjual devisa hasil ekspornya ke pasar valas, baik dari eksportir maupun pengusaha,” ungkap Perry.
Perry mengatakan pada Kamis kemarin para pengusaha di Jawa Timur telah menukarkan dolar sebanyak USD50 juta ke dalam rupiah.
“Saya juga mengajak seluruh pengusaha untuk semakin banyak menjual valas ke pasar sehingga rupiah makin stabil,” ajak Perry.