Chandni
06 Februari 2018•Update: 07 Februari 2018
Barry Eitel
SAN FRANCISCO
Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 1.000 poin pada Senin.
Dow terjun 1.175,21 poin ke level 24.345, atau turun sebesar 4,60 persen. Dilihat dari penurunan poin, nilai ini adalah kerugian terburuk sejak indeks itu dibentuk pada 1896.
Investor terus melakukan aksi jual besar-besaran yang dimulai Jumat lalu hingga kini. Jumat kemarin, Dow merosot 666 poin.
Saat ini, indeks tercatat dibawah 25.000 poin untuk pertama kalinya sejak 4 Januari, yang berarti Dow menghapus kenaikannya selama 2018.
Pada 26 Januari lalu, Dow ditutup di poin tertinggi, yaitu 26.616,71 poin.
Di beberapa titik pada Senin, Dow kehilangan sebanyak 1.500 poin, walaupun sempat dikoreksi pada siang hari.
Sebelumnya, kemerosotan terbesar tercatat pada 29 September 2008 pada awal krisis finansial global, ketika Dow anjlok 777,68.
Pakar saham mengatakan laporan pekerjaan oleh pemerintah AS adalah penyebab penjualan panik tersebut.
Pada Jumat, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat mengatakan sebanyak 200.000 lapangan kerja dibuka untuk perekonomian AS tahun lalu dan tingkat pengangguran bertahan di 4,1 persen, yang menjadi jumlah terendah dalam 20 tahun terakhir.
Selain jumlah pengangguran yang rendah, departemen itu juga mengatakan rata-rata upah per jam naik 2,9 persen selama bulan pertama tahun ini dibandingkan pada Januari 2017. Kenaikkan itu menjadi yang terbesar sejak pertengahan 2009.
Walaupun sering memuji kesuksesan Dow tahun lalu sebagai indikator kecakapannya, Presiden Donald Trump belum mengomentari kolapsnya Dow pada Senin.
Wakil juru bicara Gedung Putih Raj Shah meremehkan fenomena tersebut.
"Pasar memang sering berfluktuasi dalam jangka pendek," kata Shah. "Kita semua tahu itu. Dan itu terjadi karena berbagai alasan. Namun pada dasarnya, ekonomi kami sangat kuat dan beranjak ke arah yang benar - khususnya untuk kelas menengah."