Pizaro Gozali Idrus
16 November 2020•Update: 16 November 2020
JAKARTA
Ekonomi Thailand kembali mengalami kontraksi pada kuartal III 2020.
Produk domestik bruto (PDB) Thailand negatif 6,4 persen dari Juli hingga September dalam basis tahunan (yoy), berdasarkan pengumuman terbaru Badan Pembangunan Ekonomi dan Sosial Thailand (NESDC) pada Senin.
Meski demikian, mengutip Trading Economics, situasi ini jauh lebih baik dibanding perkiraan analis sebelumnya yang memprediksi ekonomi -8,6 persen.
Pada kuartal kedua lalu, ekonomi Thailand mengalami kontraksi 12,2 persen yang merupakan catatan terburuk sejak 1998 lalu.
Sektor non-pertanian juga terkontraksi 6,8 persen, membaik dari penurunan 12,9 persen pada kuartal kedua.
Hal ini terjadi menyusul langkah pemerintah melonggarkan pembatasan sosial seiring menurunnya angka Covid-19.
Kondisi ini membuat lembaga negara itu meningkatkan perkiraan ekonomi 2020 menjadi -6 persen dari sebelumnya di kisaran -7,3 hingga -7,8 persen.
Sementara di 2021, ekonomi diprediksi tumbuh 3,5 persen hingga 4,5 persen.
"Kuartal ketiga masih negatif tapi bukan kontraksi dua digit," ujar Direktur Senior bank sentral Bank of Thailand Chayawadee Chai-Anant pada akhir Oktober.