Iqbal Musyaffa
15 Juni 2020•Update: 15 Juni 2020
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ekspor seluruh sektor di Indonesia pada Mei turun karena sepinya permintaan di negara tujuan yang terimbas pandemi Covid-19.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan ekspor pada Mei hanya sebesar USD10,53 miliar dolar turun 13,4 persen secara bulanan atau 28,95 persen secara tahunan.
“Hanya sektor migas yang ekspornya meningkat secara bulanan pada Mei ini. Tapi secara tahunan tetap turun," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin.
Ekspor migas pada Mei sebesar USD0,65 miliar tumbuh 15,64 persen secara bulanan, namun turun secara tahunan sebesar 42,64 persen, ujar dia.
Ekspor sektor pertanian pada Mei sebesar USD0,24 miliar, turun 16,97 persen secara bulanan dan turun 25,48 persen secara tahunan.
Sedangkan ekspor industri pengolahan pada Mei sebesar USD8,31 miliar, turun 14,92 persen secara bulanan dan turun 25,9 persen secara tahunan.
“Industri pertambangan dan lainnya pada Mei sebesar USD1,33 miliar turun 13,7 persen secara bulanan dan turun 38,11 persen secara tahunan,” lanjut Suhariyanto.
Suharianto menyontohkan golongan barang yang mengalami penurunan nilai ekspor antara lain logam mulia dan perhiasan permata sebesar USD382,5 juta, bahan bakar mineral turun USD225,5 juta, serta lemak dan minyak hewan/nabati turun sebesar USD199,7 juta.