Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo melaporkan kinerja lima tahun masa jabatannya ke Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa, sebelum menyerahkan jabatannya kepada Perry Warjiyo dalam waktu dekat.
Dalam pemaparannya, Agus menyampaikan bahwa di tengah perkembangan ekonomi global maupun domestik, Bank Indonesia senantiasa berkomitmen untuk mencapai tujuannya dalam mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.
Selama kurun 2013-2018, Bank Indonesia menurut dia telah berupaya memperkuat 3 fungsi utamanya, pertama yaitu kebijakan moneter yang kredibel dan konsisten melalui reformulasi kerangka operasional kebijakan moneter berupa implementasi BI 7-Day Reverse Repo Rate untuk memperkuat sinyal kebijakan moneter.
“Selain itu, BI juga telah mengimplementasikan Giro Wajib Minimum (GWM) rata-rata untuk memperkuat manajemen likuiditas bank, serta pendalaman pasar keuangan melalui pengayaan instrumen dan transaksi pasar uang,” ujar Agus.
Dalam pengendalian inflasi, Bank Indonesia menurut Agus terus bekerja sama dengan pemerintah dengan membentuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) serta implementasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) untuk mendukung stabilitas harga pangan melalui penyampaian informasi komoditas pangan strategis secara harian.
Agus menambahkan, BI juga menerapkan fungsi kedua yaitu kebijakan makroprudensial yang kredibel, proaktif dan surveillance yang kuat dan teruji melalui implementasi Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM), implementasi center of excellence pengawasan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
“Kita juga melakukan fungsi ketiga berupa kebijakan pengawasan serta penyelenggaran sistem pembayaran dan pengelolaan uang yang kredibel dan proaktif,” lanjut dia.
Kebijakan tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi elektronifikasi dengan berbagai program pemerintah, implementasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN), implementasi Fintech Office untuk mengatur dan memantau penerbit teknologi finansial, implementasi ketentuan kewajiban penggunaan rupiah serta peningkatan jangkauan layanan kas untuk meningkatkan ketersediaan uang di seluruh Indonesia.
“Selain penguatan 3 fungsi utama, Bank Indonesia juga memperkuat organisasi untuk mencapai visi sebagai lembaga Bank Sentral yang kredibel dan terbaik di regional melalui penguatan nilai-nilai strategis yang dimiliki serta pencapaian inflasi yang rendah dan nilai tukar yang stabil,” urai dia.
Penguatan organisasi menurut dia dilakukan melalui penyempurnaan kebijakan sumber daya manusia, integrasi manajemen risiko dan internal audit, serta implementasi Arsitektur Fungsi Strategis BI (AFSBI) 2024.
news_share_descriptionsubscription_contact
