Muhammad Nazarudin Latief
07 Mei 2019•Update: 07 Mei 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Harga batubara pada Mei turun sebesar USD6,99 per ton menjadi USD81,86 per ton dibanding April lalu yang mencapai USD88,85 per ton karena berkurangnya permintaan pasar, ujar Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi, di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, Harga Batubara Acuan (HBA) ini dipengaruhi oleh adanya pembatasan impor beberapa negara Asia Timur dan Asia Barat khususnya Tiongkok dan India.
"Tiongkok hingga India mulai mengurangi suplai batubara mereka dari Indonesia,” ujar dia. “Mereka melakukan proteksi impor dengan memperbanyak produksi dalam negeri guna memenuhi kebutuhan domestiknya."
Menurut Agung, penurunan harga ini meneruskan tren harga komoditas batubara yang mengalami penurunan sejak akhir tahun lalu.
Secara berurutan, harga batubara sempat berada di kisaran USD100,89 per ton pada Oktober 2018.
Kemudian, melorot menjadi USD97,90 per ton pada November dan USD92,51 per ton pada Desember 2018.
Menurut Agung, penurunan harga pun berlanjut ke tahun 2019 ini.
Harga batubara sebesar USD92,41 per ton pada Januari, sebesar USD91,80 per ton pada Februari, dan turun lagi menjadi USD90,57 per ton pada Maret dan USD88,85 per ton di bulan April, ujar Agung.
HBA ditentukan dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platts 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6.322 kcal per kilogram GAR.