İqbal Musyaffa
07 Maret 2018•Update: 08 Maret 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah sedang mencari upaya untuk mencegah membanjirnya produk baja asal Tiongkok.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan akan mendiskusikan hal ini dengan kementerian perindustrian.
Penyebab dari kemungkinan membludaknya baja impor asal Tiongkok adalah pengenaan bea masuk baja dan aluminium oleh pemerintah Amerika Serikat.
Dengan begitu, menurut Menteri Darmin, Tiongkok sebagai salah satu eksportir baja terbesar ke AS akan mencari pasar baru untuk memasarkan bajanya.
“Ini merupakan tantangan bagi industri baja dalam negeri,” ujar dia di Jakarta, Rabu.
Meski begitu, kemungkinan masuknya baja Tiongkok dalam jumlah besar menurut Menteri Darmin bisa menguntungkan konsumen karena harga baja akan sangat bersaing.
Pada kesempatan berbeda, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan sedang mengkaji kemungkinan menerapkan pula bea masuk baja impor.
Permasalahan baja impor, menurut Menteri Enggar, bagaikan buah simalakama yang sama-sama tidak menguntungkan.
Apabila dikenakan bea masuk, maka industri hilir akan keberatan. Sementara bila tidak dikenakan, industri hulu yang akan bermasalah.
“Daripada pusing kita kirim surat ke Kemenperin silahkan Menperin yang merekomendasikan, karena itu di bawah Kemenperin,” ungkap Menteri Enggar.
Dia mengatakan Kementerian Perindustrian lah yang nantinya menentukan kebijakan terkait anti dumping produk baja.
Proses ini nantinya akan dibahas bersama Badan Kebijakan Fiskal.
Meski begitu, pemerintah akan lebih hati-hati dalam mengawasi perdagangan di perbatasan dengan menggandeng Bea Cukai.