Iqbal Musyaffa
22 Januari 2020•Update: 23 Januari 2020
JAKARTA
Kementerian Keuangan masih mengamati dampak dari penyebaran novel coronavirus (N-CoV) atau virus korona yang sedang mewabah di China dan mulai menyebar ke sejumlah negara.
Saat ini virus tersebut telah menyebar hingga ke Amerika Serikat sehingga membuat pasar saham negara tersebut terguncang.
Virus itu menyebabkan tiga indeks utama Wall Street yakni Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq anjlok serta beberapa saham rontok.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan telah melakukan antisipasi pada pasar keuangan domestik dan berkoordinasi dengan instansi lain seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah melakukan berbagai upaya pencegahan agar virus tersebut tidak sampai ke Indonesia.
“Untuk virus korona, dari sisi penyakit dan ancaman akan terus kami antisipasi. Kemenkes juga sudah melakukan langkah-langkah mengamati, melihat, dan antisipasi (penyebaran virus) di airport dan rumah sakit,” ujar Menteri Sri Mulyani di Jakarta, Rabu.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan mengatakan belum diketahui secara jelas penularan virus korona secara signifikan.
Indonesia masih belum mengeluarkan larangan bagi warga China berkunjung ke Indonesia ataupun larangan warga Indonesia berkunjung ke China.
“Tapi, ada kewaspadaan yang meningkat melalui travel advisory,” jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono.