03 Agustus 2017•Update: 04 Agustus 2017
Hayati Nupus
JAKARTA
Indonesia akan melobi Iran untuk menjual ladang migasnya senilai 3 milyar barrel, demikian yang disampaikan pejabat perusahaan minyak dan gas Indonesia, PT Pertamina.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan dijadwalkan akan terbang ke Iran untuk melakukan lobi sekaligus mewakili Presiden Joko Widodo menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran Hassan Rouhani, Sabtu ini.
Ladang minyak yang diincar adalah Ab-Teymour dan Mansouri di Iran.
Dalam proses tender yang masih berjalan, PT Pertamina masih bersaing dengan 2 perusahaan di Iran, kata Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam di Jakarta Rabu malam
“Tahapan teknis dan evaluasinya sudah selesai dibahas tadi. Kalau bisa pemerintah kita minta ke pemerintah Iran agar ada special treatment. Misalnya direct appointment, penunjukkan langsung,” tambah Syamsu.
Pada wawancara berbeda Luhut mengiyakan rencana akuisisi 2 ladang Migas di Iran tersebut. Rencana ini merupakan hasil lawatan Presiden Joko Widodo ke Iran penghujung tahun 2016 lalu.
Luhut berharap negosiasi akan lancar mengingat selama ini hubungan Iran dengan Indonesia berjalan baik.
“Kita akan sampaikan soal penunjukkan langsungnya. Kita dengan Iran kan teman baik. Hasilnya kita akan tahu besok setelah di sana,” ujar Luhut, Rabu malam.
Irak merupakan negara yang memiliki cadangan migas terbesar ke-4 dunia. Total cadangan sejumlah 157 miliar barrel atau 9,3 persen total cadangan dunia. Sedang cadangan gas sebanyak 1.200 triliun kaki kubik atau setara 18,2 persen total cadangan dunia.
Selain rencana ekspansi Pertamina ke Iran, Luhut juga akan menagih komitmen Iran soal investasi di bidang listrik di Indonesia. Nota kesepahaman antara PLN dengan Mapna Group Iran telah ditandatangani Februari 2017 lalu.