İqbal Musyaffa
04 Juni 2018•Update: 05 Juni 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo seusai rapat persiapan pertemuan tahunan IMF-World Bank di Jakarta, Senin, mengatakan Indonesia akan memanfaatkan ajang tersebut untuk membahas perkembangan keuangan dan ekonomi digital.
“Ekonomi dan keuangan digital sangat penting tidak hanya di Indonesia, tapi juga global,” ungkap dia.
Hal utama yang ingin didorong oleh Indonesia menurut Perry adalah agar perkembangan ekonomi digital dapat bermanfaat bagi sektor UMKM. Selain itu, juga perlu ada pembahasan terkait mitigasi dampak perkembangan digital terhadap ketenagakerjaan.
“Kita juga ingin membahas terkait sistem pembayaran digital dan fintek agar perkembangannya tidak mengganggu sektor perbankan,” lanjut dia.
Dalam pertemuan nanti, Perry juga mengatakan akan ada pembahasan lanjutan terkait central bank digital currency dan juga kerja sama serta kolaborasi moneter lintas batas.
Selain itu, Perry menambahkan, BI juga akan mendorong pembahasan terkait pembiayaan untuk infrastruktur dari sektor swasta dan perbankan.
“Pembahasan dan kerja sama terus kita lakukan dengan multilateral development bank dan juga dengan para investor swasta,” ungkap Perry.
Pemerintah menurut dia juga bertugas untuk menyiapkan proyek infrastruktur yang memang bisa dibiayai oleh sektor swasta terkait pendalaman pasar keuangan untuk infrastruktur.
Kemudian, Bank Indonesia juga akan membahas perkembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam forum IMF Oktober nanti.
“Dalam berbagai kesempatan kita sampaikan ekonomi dan keuangan syariah sudah banyak berkembang di negara maju dan berkembang dan Indonesia sudah menyiapkan strategi pengembangan ekonomi syariah,” urai Perry.