Muhammad Nazarudin Latief
22 Januari 2018•Update: 22 Januari 2018
Muhammad Nazarudin Latief
JAKARTA
Indonesia menawarkan produk unggulannya, mulai dari kelapa sawit hingga kerupuk ke pasar Asia Selatan.
Penawaran produk unggulan itu, ujar Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita, lewat misi dagang Kementerian Perdagangan ke India dan Pakistan, mengikuti kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Asia Selatan.
"Kunjungan ke India pada 22 Januari dan dilanjutkan ke Pakistan pada 26 Januari," ujar Menteri Enggar dalam siaran persnya, Senin.
Produk yang akan ditawarkan ke pasar India, ujar Menteri Enggar, adalah makanan dan minuman, kopi, rempah-rempah, produk pertanian, kelapa sawit dan turunannya, gula kelapa, rotan, emas, kerupuk, serta ban.
Sedangkan produk yang ditawarkan ke Pakistan adalah produk pertanian, elektronik, teh, tekstil, kelapa sawit dan turunannya, serta jasa.
“Kita adakan adakan forum bisnis, one-on-one business matching, dan pertemuan bilateral dengan pemerintah di sana,” ungkap Menteri Enggar.
Asia Selatan, terutama India, kata Menteri Enggar, merupakan pasar yang besar dan potensial.
Pada 2016, total perdagangan Indonesia-India sebesar USD12,98 miliar. Nilai ini naik menjadi USD16,55 miliar pada periode Januari-November 2017.
Produk Indonesia yang disuplai ke India masih banyak yang berupa komoditas, seperti batu bara, CPO, tembaga, karet, timah, dan lain-lain.
Sedangkan dalam kunjungannya ke Pakistan, Menteri Enggar akan menindaklanjuti kerja sama Indonesia-Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) yang kini dalam masa review.
Agar dampaknya lebih luas, ujar Menteri Enggar, rencananya Indonesia dan Pakistan akan menandatangani kerja sama di bidang promosi perdagangan di antara kedua negara.
”Hubungan dagang dengan Pakistan merupakan satu perspektif baru bagi Indonesia karena geo-strategis Pakistan dengan negara-negara tetangga seperti Asia Tengah," ujar Menteri Enggar.
Total perdagangan Indonesia-Pakistan pada 2016 senilai USD 2,17 miliar, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 1,86 miliar.
Nilai ekspor Januari-November 2017 mencapai USD 2,38 miliar atau naik sebesar 24,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2016.
Pakistan merupakan negara tujuan ekspor utama Indonesia, khususnya untuk produk kelapa sawit.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Arlinda optimistis kunjungan ke India dan Pakistan tersebut dapat memperluas akses produk Indonesia ke pasar Asia Selatan.
“Ini bisa mendorong ekspansi ke pasar nontradisional serta membuka pasar ekspor baru dengan kawasan Asia Selatan yang sangat potensial,” ujar Arlinda.