İqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah melakukan rapat koordinasi untuk membahas upaya menjaga laju inflasi tahun ini di Jakarta, Senin.
Menteri Koordinator Perekonomian RI Darmin Nasution mengatakan rapat bersama Bank Indonesia ini merupakan rapat pembukaan dari tim pengendali inflasi pusat (TPIP).
“Mulai tahun ini kita menargetkan inflasi sebesar 3,5 plus minus 1 persen,” ujar Darmin.
Pemerintah, menurut Darmin, menargetkan inflasi berangsur mengecil agar tak terlalu tertinggal dengan negara mitra dagang utama Indonesia di kancah internasional
“Mulai 2020 inflasi diarahkan menjadi 3 plus minus 1 persen. Secara umum inflasi kita arahnya memang menurun dari tahun ke tahun,” ungkap Darmin.
Setelah berkoordinasi soal pengendalian inflasi tingkat pusat, menurut Darmin, selanjutnya pemerintah pusat akan mengundang pemerintah daerah untuk membahas tingkat inflasi di daerah serta upaya pengendaliannya.
Belum ada tim pengendali inflasi di 21 daerah
Pada kesempatan yang sama, Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo mengatakan masih terdapat 21 kabupaten/kota yang belum memiliki tim pengendali inflasi daerah (TPID). Sementara untuk seluruh daerah tingkat I atau provinsi sudah memiliki tim tersebut.
“Kami terus mendorong pemerintah daerah yang belum memiliki TPID untuk membentuknya,” ucap Tjahjo.
Sebanyak 21 daerah yang belum memiliki TPID, menurut Tjahjo, berada di wilayah Indonesia bagian timur. Namun, Tjahjo tidak merinci daerah mana saja yang dimaksud.
Penyebab belum adanya tim tersebut, ungkap Tjahjo, karena faktor geografis.
“Selain itu daerah juga masih belum paham pentingnya tim pengendali inflasi. Daerah harus bisa mengakomodasi dan meredam inflasi,” tegas dia.
Amankan distribusi pangan
Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan tim Satgas akan terus berupaya mengamankan distribusi pangan yang dapat berdampak terhadap inflasi seperti beras dan produk hortikultura.
“Produksi sebanyak apapun akan percuma kalau distribusinya tidak benar dan akan timbulkan gejolak harga,” ujar Setyo.
Terlebih lagi, pada 2018 akan ramai peristiwa internasional seperti Asian Games. Selain adanya Pilkada dan juga kegiatan keagamaan rutin tahunan yang harus diantisipasi karena dapat menyebabkan inflasi naik.
“Ini harus diantisipasi dari awal,” tambah Setyo.
Setyo juga mengatakan terus memantau perkembangan di lapangan, terkait pergerakan harga pangan dan jalur distribusinya. Setyo mensinyalir ada upaya dari segelintir orang yang ingin mengacaukan perekonomian dengan menyebarkan berita palsu seputar distribusi pangan.
“Seperti di Bandung, ada selebaran hoaks yang mengajak pedagang mogok berdagang,” ungkap dia.
Setyo menambahkan, polisi terus berupaya memangkas jalur distribusi, dan memburu para rente yang mencari keuntungan dari kenaikan harga pangan akibat distribusi yang berantakan.
news_share_descriptionsubscription_contact
