İqbal Musyaffa
27 Juni 2018•Update: 28 Juni 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Menteri Keuangan Sri Mulyani pada Selasa sore resmi melantik dua orang pejabat eselon I baru di lingkungan Kementerian Keuangan.
Keduanya adalah Astera Primanto Bhakti selaku Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan menggantikan Boediarso Teguh Widodo, dan Rionald Silaban yang dilantik sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatikan Keuangan (BPPK).
Menteri Sri mengatakan pelantikan ini dilakukan dalam rangka mutasi jabatan serta sebagai respons Kementerian Keuangan terhadap dinamika dan tuntutan zaman untuk melayani masyarakat.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Boediarso Teguh Widodo yang telah melaksanakan reformasi keuangan negara dan pengelolaan APBN dengan baik,” ungkap Menteri Sri.
Dia juga berpesan kepada Dirjen Perimbangan Keuangan yang baru untuk melanjutkan dan memperhatikan pelaksanaan kebijakan desentralisasi fiskal karena sangat berkaitan dengan otonomi daerah dan tidak bisa dipisahkan.
“Banyak harapan masyarakat bahwa dengan adanya desentralisasi fiskal dan otonomi daerah, maka masyarakat dapat mendapatkan perbaikan dalam pelayanan umum,” imbuh dia.
Menteri Sri juga menambahkan, Dirjen Perimbangan Keuangan harus mampu bekerja sama dan bersinergi dengan berbagai pihak seperti DPR, DPD, dan Kemendagri untuk mengoptimalkan formulasi kebijakan transfer ke daerah dan dana desa.
Sementara itu, Menteri Sri berpesan untuk Kepala BPPK agar dapat memiliki banyak program transformasi dalam menciptakan knowledge institution dan corporate university.
“BPPK sebagai Pembina politeknik keuangan negara STAN harus menjaga konten, kurikulum, serta karakter mahasiswa dan pengajarnya. Selain itu juga memerhatikan proses penerimaan dan penempatan lulusannya,” lanjut dia.