İqbal Musyaffa
15 November 2019•Update: 18 November 2019
JAKARTA
Bank Indonesia menjelaskan pengembangan pariwisata halal tidak bertujuan untuk mengasingkan wisatawan muslim dari kegiatan pariwisata umum ataupun sebaliknya mengasingkan wisatawan non-muslim di destinasi tertentu.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan pengembangan pariwisata halal berupaya untuk memberikan peluang dan kenyamanan bagi wisatawan muslim untuk melakukan aktivitas keagamaan saat bepergian untuk menikmati waktu luangnya.
“Bahkan, konsep pariwisata halal juga dapat membantu pengunjung non-muslim untuk memiliki layanan pariwisata yang aman, sehat, dan thoyyib,” jelas Dody, dalam acara Indonesia Halal Tourism Summit di Jakarta, Jumat.
Dia menambahkan bahwa inisiatif pariwisata halal juga diharapkan menjadi salah satu sarana bagi non-muslim untuk melihat dan belajar tentang ajaran Islam yang sebenarnya.
“Ini berarti para wisatawan muslim bisa berwisata dengan nyaman, sementara yang non-muslim dapat menemukan makna Islam yang sebenarnya sebagai nilai universal,” imbuh Dody.
Dody menekankan bahwa pariwisata halal sangat penting bagi Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim dan pemerintah telah secara konsisten memulai berbagai inisiatif untuk memastikan pengembangan pariwisata halal yang komprehensif.
“Ini karena kami menyadari potensi besar dari pariwisata halal yang tidak hanya terbatas pada pasar Indonesia, tetapi juga dalam konteks meningkatnya permintaan global,” kata dia.
Dody juga menjelaskan bahwa dilihat dari sudut pandang makro, pertumbuhan pariwisata halal menjadi salah satu sektor yang paling menjanjikan dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Sementara secara mikro, sejumlah besar pemuda atau populasi produktif memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk mengadopsi gaya hidup Islam sehingga telah mendorong industri pariwisata halal ke tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dalam waktu dekat.
Dody mengatakan arus kuat dari perkembangan ekonomi global yang disebabkan kekacauan politik di beberapa kawasan telah menyebabkan permintaan yang lebih rendah dan meningkatnya ketidakpastian.
“Pariwisata halal yang terletak pada sektor riil diharapkan menjadi salah satu mesin untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi ekonomi global yang menantang,” ungkap Dody.
Dia menekankan bahwa Bank Indonesia secara konsisten akan mengawasi pengembangan industri pariwisata halal di Indonesia dengan mendorong kerja sama nyata antara pemangku kepentingan industri halal nasional dan internasional untuk membangun dan mengembangkan industri halal.