İqbal Musyaffa
23 Oktober 2018•Update: 24 Oktober 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Selama empat tahun kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, pemerintah mengklaim fundamental ekonomi makro Indonesia masih sehat dan kuat.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan meski fundamental ekonomi kuat, namun tantangan dalam perekonomian Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi yang relatif lamban sejak 2014 hingga 2017.
Pada tahun ini sampai semester I, Menko Darmin mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada 2017 sebesar 5,07 persen.
“Dalam situasi ekonomi dunia yang sedang terjadi gangguan dan gejolak, maka dapat diakui bahwa perekonomian kita membaik," aku dia dalam konferensi pers 4 tahun kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa.
Meskipun secara pertumbuhan ekonomi masih lamban, Menko Darmin mengatakan indikator-indikator lain dalam perekonomian Indonesia menunjukkan hal yang positif.
Tingkat kemiskinan, menurut dia, untuk pertama kalinya berada pada level satu digit dan merupakan posisi terbaik yang pernah Indonesia alami yakni sebesar 9,82 persen.
"Rasio gini juga membaik dalam tujuh hingga delapan tahun terakhir dengan berada di level 0,389,” jelas Menko Darmin.
Tingkat pengangguran, imbuh Menko Darmin, juga berada pada posisi terbaik dan konsisten turun menjadi 5,13 persen. Tingkat inflasi juga dapat dikendalikan di level rendah.
“Dulu inflasi double digit, dan dalam periode empat tahun terakhir jauh lebih stabil di kisaran 3,5 persen. Pemerintah mampu mewujudkan inflasi rendah,” imbuh dia.
Selanjutnya Menko Darmin menilai kinerja fiskal juga semakin menguat, meskipun dalam dua hingga tiga tahun lalu memiliki kelemahan, terutama pada kegiatan ekonomi sektor riil.
“Kita terus membangun infrastruktur. Ada banyak yang mengkritik utang jaman pemerintahan ini angkanya tinggi. Tapi kini dibarengi pertumbuhan ekonomi yang stabil," jelas Menko Darmin.
Dia menegaskan yang membedakan pemerintahan kali ini dengan periode sebelumnya adalah pada upaya menjaga keseimbangan permintaan dan pasokan atau bisa diartikan dengan menjaga kondisi moneter serta fiskal dan pembangunan infrastruktur.