İqbal Musyaffa
03 Agustus 2018•Update: 03 Agustus 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah membantah tudingan bahwa bahan bakar B20 yang merupakan campuran 80 persen solar dan 20 persen crude palm oil (CPO) menyebabkan masalah pada mesin kendaraan.
“Mobil diesel itu pakai B20. Sudah 2 tahun kita pakai B20 tidak masalah. Saya saja punya Fortuner belinya biodiesel B20,” ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution seusai diskusi di Jakarta, Kamis.
“Yang terpenting, tangki bahan bakar dibersihkan dan dikuras dulu sebelum isi B20. Jadi tidak ada hubungannya dengan mesin,” tegas dia.
Menurut Menteri Darmin, bahan bakar biodiesel B20 berperan sebagai sabun pada tangki bahan bakar kendaraan. Apabila ada kerak pada tangki, maka B20 akan membersihkan dan melarutkan kerak tersebut sehingga dapat menyebabkan mesin bermasalah.
“Jadi kalau mau ganti ke B20, kuras dulu tangkinya termasuk juga bersihkan filternya,” lanjut Menteri Darmin.
Menurut dia, Menteri BUMN Rini Soemarno sudah bertemu dengan perusahaan teknologi General Electric (GE) untuk membahas pengembangan B20. GE yang saat ini menyiapkan perangkat filter tangki bahan bakar untuk B20, kata Menteri Darmin.
GE juga sedang mengembangkan mesin yang dapat menggunakan bahan bakar B100 atau seluruhnya berasal dari CPO, bukan dari bahan bakar fosil.
Lebih lanjut, pemerintah sedang melakukan pengembangan agar B20 nantinya dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk angkutan laut, kereta api, serta pembangkit listrik tenaga diesel.