Erric Permana
31 Juli 2018•Update: 31 Juli 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah memperkirakan penerapan B20 atau biodiesel pencampuran minyak solar dengan minyak sawit sebanyak 20 persen akan segera dilaksanakan pada bulan Agustus.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan penerapan B20 tersebut akan dilakukan di sektor subsidi atau Public Service Obligation (PSO) maupun non-PSO.
"Tapi kita akan mulai dengan B20 dulu, sehingga kita akan bisa meningkatkan penggunaan B20, sekaligus mengurangi impor solar," ujar Darmin di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Selasa usai mengikuti rapat mengenai strategi kebijakan memperkuat cadangan devisa.
Darmin memperkirakan dengan penggunaan B20, maka bisa mengurangi impor solar sebanyak 3,5-4,5 juta kilo liter per tahunnya.
Darmin menambahkan Peraturan Presiden untuk penerapan B20 itu sudah siap ditandatangani.
"Ya, artinya Presiden punya waktu kapan untuk tanda tangan maupun launching, sekarang sedang proses tanda tangan. Awal bulan ini atau bulan depan [launching]," tambah dia.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, dalam rapat terbatas beberapa waktu lalu memerintahkan percepatan penggunaan biodiesel dan energi baru terbarukan.
Jokowi - sapaan Presiden - mengatakan penggunaan energi fosil di Indonesia masih sangat dominan. Percepatan penggunaan biodiesel, sebut Jokowi, penting untuk mengurangi impor minyak.
Pada akhirnya, sebut Jokowi, jika impor berkurang maka pemerintah bisa menghemat devisa negara.