İqbal Musyaffa
01 November 2018•Update: 02 November 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Pemerintah menegaskan kinerja sektor kelapa sawit yang membaik akan terus dibina secara strategis agar menciptakan daya tawar di pasar nasional maupun global dalam jangka panjang.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution dalam keterangan resminya, Kamis, mengatakan pembinaan tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan program kelapa sawit berkelanjutan.
“Kelapa sawit menjadi sangat penting bagi pemerintah karena mampu menghasilkan devisa,” ungkap Menko Darmin.
Dia juga mengatakan bahwa komoditas kelapa sawit dapat dikembangkan dengan keunggulan komparatif dan berkontribusi positif terhadap pendidikan dan kesehatan.
“Sektor ini memiliki peran penting dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2015-2030,” kata Menko Darmin.
Peningkatan kinerja sektor kelapa sawit, menurut dia, terlihat sejak tahun 2014. Sesuai data Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), elastisitas produksi kelapa sawit terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 2,46 persen.
Menko Darmin menjelaskan hal tersebut berarti pada setiap kenaikan 1 persen produksi kelapa sawit, baik secara langsung dan tidak langsung, akan mampu memberikan efek multiplier ke sektor terkait dan meningkatkan 2,46 persen dari total pendapatan nasional.
“Sektor ini juga mencatat kinerja terbaik melalui peningkatan ekspor tahun 2017 yang mencapai 25,73 persen menjadi Rp307 triliun dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuh dia.
Menko Darmin juga menegaskan bahwa sektor kelapa sawit harus terus didorong agar sejalan dengan prinsip berkelanjutan dan berkontribusi dalam pencapaian SDGs 2015-2030 yang digunakan sebagai panduan bagi negara maju dan berkembang dalam mengimplementasikan ekonomi berkelanjutan.
Sejak tahun 2011 lanjut dia, pemerintah juga telah mendorong industri kelapa sawit agar mengedepankan prinsip berkelanjutan melalui sertifikasi kelapa sawit berkelanjutan, yang lebih dikenal dengan istilah Indonesian Suistanable Palm Oil (ISPO).
“Tujuannya untuk memperkenalkan pengelolaan yang lestari pada industri kelapa sawit, sehingga dapat menjaga manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara jangka panjang,” urai Menko Darmin.