İqbal Musyaffa
06 Agustus 2018•Update: 06 Agustus 2018
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data pertumbuhan konsumsi rumah tangga mencapai 5,14 persen pada triwulan II 2018, setelah sejak triwulan IV 2016 pertumbuhan konsumsi rumah tangga konsisten di level 4 persen.
Pada triwulan I tahun ini, pertumbuhan konsumsi rumah tangga berada di level 4,95 persen. Konsumsi rumah tangga pada triwulan yang sama tahun lalu juga berada di level yang sama.
Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, mengatakan faktor pendorong tingkat konsumsi rumah tangga pada triwulan II tahun ini adalah pertumbuhan penjualan eceran yang mencapai 6,42 persen, menguat dari triwulan II tahun lalu yang tumbuh 4,98 persen.
“Penjualan wholesale sepeda motor dan mobil penumpang juga tumbuh masing-masing 18,96 persen dan 3,25 persen,” jelas dia.
Pertumbuhan penjualan sepeda motor dan mobil ini menurut dia membaik setelah mengalami kontraksi masing-masing 10,93 persen dan 11,22 persen pada triwulan yang sama tahun lalu.
Bantuan sosial tunai dari pemerintah juga tumbuh 61,69 persen menguat dari 18,57 persen pada triwulan II tahun lalu.
“Faktor-faktor tersebut menjadi penyebab pertumbuhan konsumsi rumah tangga di triwulan ini,” lanjut Sutopo.
Perkembangan konsumsi rumah tangga yang terbesar berasal dari komponen restoran dan hotel yang tumbuh 5,71 persen, makanan dan minuman selain restoran sebesar 5,38 persen, dan transportasi serta komunikasi dengan pertumbuhan 5,32 persen.
Konsumsi rumah tangga menurut Suhariyanto berkontribusi 2,76 persen terhadap pertumbuhan ekonomi menurut tingkat pengeluaran pada triwulan ini yang tumbuh 5,27 persen.
Sumber pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran lainnya adalah dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan kontribusi 1,86 persen dan konsumsi pemerintah dengan kontribusi 0,39 persen.