Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan di Jakarta, Senin, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II tahun ini sebesar 5,27 persen year on year.
Pertumbuhan ini lebih baik dari triwulan I yang tumbuh 5,06 persen.
Selanjutnya, perekonomian Indonesia berdasarkan besaran produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II mencapai Rp3.683,9 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.603,7 triliun.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pertumbuhan pada triwulan II tahun ini lebih baik dari periode sama tahun lalu yang tumbuh 5,01 persen.
“Pertumbuhan ekonomi triwulan II didukung oleh tiga sektor utama yaitu industri pengolahan dengan kontribusi 0,84 persen, perdagangan 0,69 persen, dan pertanian 0,64 persen,” urai dia.
Sementara secara quarter to quarter, pertumbuhan ekonomi pada triwulan ini meningkat 4,21 persen. Bila dilihat secara semester, pertumbuhan ekonomi pada semester I tahun ini tumbuh 5,17 persen dari semester I tahun lalu.
Suhariyanto menjelaskan, beberapa fenomena yang mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan II tahun ini adalah tumbuhnya industri pengolahan sebesar 3,97 persen. Industri pengolaha terdiri dari industri batubara dan pengolaha migas yang tumbuh 0,26 persen dan industri nonmigas dengan pertumbuhan lebih tinggi sebesar 4,41 persen.
Dalam kelompok industri nonmigas, industri makanan dan minuman mengalami pertumbuhan yang didukung oleh peningkatan produksi crude palm oil (CPO). Sektor industri ini tumbuh 8,67 persen year on year.
Selain itu, pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 6,39 persen juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan sektor ini didukung oleh permintaan domestik saat Ramadan dan Idul Fitri.
“Industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki juga tumbuh sebesar11,38 persen yang didukung oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri,” jelas Suhariyanto.
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga mengalami pertumbuhan 4,76 persen. Pertumbuhan sektor ini menurut Suhariyanto karena puncak panen raya pada Maret lalu masih berlangsung hingga akhir triwulan II.
“Cuaca yang lebih kondusif dibanding tahun lalu menyebabkan produksi sayur-sayuran dan buah-buahan meningkat,” lanjut dia.
Lebih lanjut Suhariyanto menambahkan, pengembangan teknologi budidaya dan pakan mandiri memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan produksi perikanan budidaya.
Sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil, dan sepeda motor menurut BPS juga tumbuh 5,24 persen yang disebabkan oleh meningkatnya penjualan mobil dan sepeda motor. Kemudian juga terjadi peningkatan aktivitas belanja masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.
news_share_descriptionsubscription_contact
