Muhammad Nazarudin Latief
05 Juli 2019•Update: 05 Juli 2019
Muhammad Latief
JAKARTA
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit I di Sumatera Selatan akan beroperasi atau commercial on date Agustus mendatang.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) FX Sutijastoto mengatakan pembangkit berkekuatan 55 megawatt (MW) ini digarap oleh PT Pertamina Geotermal Energy (PGE).
“Kami melakukan berbagai percepatan agar PLTP Lumut Balai dapat sesuai dengan target COD,” ujar dia dalam siaran pers, Jumat.
Untuk mendorong penggunaan pembangkit ini, pemerintah menurut dia mendorong agar PLN segera melakukan percepatan penyelesaian permasalahan lahan pada jaringan transmisi 150 kV dan ROW pada SUTET 275 Kv Lahat-Lumut Balai.
Dengan pengoperasian PLTP Lumut Balai Unit I akan menambah kapasitas total terpasang yang dioperasikan oleh PGE menjadi 672 MW hingga pada akhir 2019.
Sebelumnya, pembangkit listrik milik PGE yang saat ini telah beroperasi yakni PLTP Kamojang di Jawa Barat berkapasitas 235 MW, PLTP Lahendong di Sulawesi Utara 120 MW, PLTP Ulubelu di Lampung 220 MW, PLTP Sibayak di Sumatra Utara 12 MW, dan PLTP Karaha di Jawa Barat 30 MW.
Selain itu, ada pula yang dikelola melalui mekanisme Join Operation Contract (JOC) PT. PGE dengan kontraktor sebesar 1.198 MW yang terdiri dari PLTP Salak (377 MW), PLTP Darajat (271 MW) dan PLTP Wayang Windu (220 MW), PLTP Sarulla (330 MW).
Sehingga total kapasitas terpasang dari WKP yang dikelola oleh PT. PGE sebesar 1.815 MW atau 93 persen dari total kapasitas terpasang di Indonesia.
“Jika COD PLTP Lumut Balai Unit tepat waktu maka kapasitas terpasang di Indonesia dapat menjadi 2.003,5 MW dan dapat bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat daerah," ujar Sutijastoto.