Hayati Nupus
28 September 2018•Update: 29 September 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan ada yang lebih perlu dikhawatirkan ketimbang tsunami setinggi 6 cm yang sempat terjadi beberapa detik di Donggala, Palu dan Mamuju, Sulawesi Tengah.
Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan hal tersebut adalah gempa susulan yang terus terjadi.
“Hingga pukul 21.00 WIB hari ini sudah terjadi 31 kali gempa susulan,” ujar Daryono, pada Jumat, kepada wartawan di Jakarta.
Daryono mengatakan gempa bumi pertama yang mengguncang berkekuatan M 5 pada pukul 14.00 WIB. Beberapa gempa bumi dengan kekuatan signifikan lainnya di antaranya adalah M 7,7, M 6,3 dan M 6,2.
Bangunan yang semula retak, ujar Daryono, kembali terguncang seiring adanya gempa susulan yang terus terjadi.
BMKG, kata Daryono, terus memantau perkembangan gempa bumi tersebut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan sejak gempa pertama hingga saat ini aliran listrik di Donggala terputus.
Begitu pula, ujar Sutopo, saluran komunikasi terkendala.
BNPB telah berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI agar memprioritaskan perbaikan jaringan listrik. Juga berkomunikasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi soal perbaikan saluran komunikasi.
“Saat ini, petugas Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama TNI dan Polri tengah mengevakuasi korban dan penanganan darurat,” ujar Sutopo.