Ozcan Yildirim
01 Februari 2018•Update: 02 Februari 2018
Ozcan Yildirim
ANKARA
Perdana Menteri Turki pada Rabu menjawab pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mempertanyakan motif operasi melawan terorisme yang dipimpin Turki saat ini di Suriah.
"Dunia tahu, dan harus tahu bahwa Turki tidak pernah bertindak dengan pola pikir untuk menduduki Suriah," kata Binali Yildirim tentang Operasi Ranting Zaitun yang sedang berlangsung di Suriah dalam sebuah konferensi pers bersama Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri yang berkunjung ke Ankara, ibu kota Turki.
“Kita dapat memahami itu jika melihat Operasi Perisai Eufrat,” imbuh Yildirim mengingatkan tentang operasi melawan terorisme yang diluncurkan Turki selama tujuh bulan di Suriah yang berakhir sukses pada Maret lalu.
"Jika ingin memahami apa yang sedang kami lakukan di Afrin mereka cukup melihat area seluas 2.000 kilometer di jalur Manbij, Jarabulus, dan Azez yang merupakan bagian dari Operasi Perisai Eufrat," tegas Yildirim.
Pemerintah Turki memastikan operasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi, dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.
Sebelumnya, Macron dalam sebuah wawancara dengan Le Figaro yang dipublikasikan pada Rabu, memperingatkan bahwa jika operasi Turki yang sedang berlangsung berubah menjadi 'invasi', maka akan menjadi 'masalah nyata' bagi Prancis.
Sebagai tanggapan, Yildirim mengatakan bahwa Afrin merupakan masalah keamanan bagi Turki.
"Jika semua operasi melawan Daesh dapat terjadi di Suriah, kami juga tengah melakukan sebuah operasi melawan Daesh, PKK, PYD/YPG di Afrin," kata dia.
Dia menambahkan, jika Prancis menilai isu tersebut dengan cara pandang seperti itu maka, "aktivitas mereka di Suriah juga harus dievaluasi dengan cara yang sama".
Hubungan Turki dan Lebanon
Dalam kesempatan yang sama, Yildirim juga menyatakan bahwa Turki ingin meningkatkan hubungan bilateral dengan Lebanon dalam sejumlah isu.
Hariri menyambut baik keinginan Turki untuk berkontribusi dalam hubungan kedua negara termasuk dalam hal keamanan dan infrastruktur.
Pada 20 Januari, Turki memulai Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Operasi itu dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah.