27 Juli 2017•Update: 27 Juli 2017
Roy Ramos
ZAMBOANGA CITY
Uni Eropa (UE) dan Komisi Hak Asasi Manusia (CHR) tidak diundang menghadiri pidato kebangsaan Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Senin lalu, lapor kantor berita online Filipina, Rappler, pada Rabu.
Kedua pihak tersebut memastikan mereka tidak menerima undangan pidato State of the Nation Address (SONA) dari parlemen, yang bekerjasama dengan kantor kepresidenan.
Ini adalah pertama kalinya pihak UE tidak diundang ke SONA, yang menurut laporan, mematahkan tradisi yang sudah lama dijalankan.
Mantan wakil menteri komunikasi dan ahli sejarah Manuel L. Quezon III mengatakan kepada kantor berita Rappler bahwa anggota korps diplomatik selalu diundang untuk pidato tahunan itu.
“Lembaga diplomatic biasa menghadiri acara pelantikan untuk alasan yang sama seperti menghadiri SONA: Itu menjadi tempat dimana pemerintahan Filipina melalui presiden dapat menyampaikan pada dunia mengenai rencana mereka setahun kedepan,” kata Quezon.
Ini juga merupakan tahun pertama CHR tidak diundang untuk SONA, kata ketua CHR Jose Luis Martin Gascon.
“Saya rasa itu merupakan hak pemimpin parlemen untuk mengundang siapa saja yang mereka mau untuk acara itu,” kata Gascon kepada Rappler.
Parlemen UE, badan pembuatan hukum dari kelompok 28 negara-negara Eropa, dan CHR adalah dua dari sejumlah pihak yang mengkritisi kampanye anti-narkoba Duterte serta dugaan pembunuhan di luar sistem pengadilan yang terkait dengannya.