27 Juli 2017•Update: 28 Juli 2017
Tulgut Alp Boyraz
YERUSALEM
Presiden Israel Benjamin Netanyahu berencana menutup kantor layanan berita Aljazeera di Yerusalem, Kamis.
“Saya memerintahkan aparat penegak hukum segara menutup kantor Aljazeera Yerusalem karena mereka menghasut kekerasan dengan isu Kompleks al-Haram,” tulis Netanyahu di laman Facebooknya. “Bila itu tidak memungkinkan karena hukum yang berlaku, saya akan minta Knesset [parlemen Israel] mengesahkan undang-undang untuk menutup Aljazeera.”
Pihak Israel menutup area Masjid al-Aqsa yang menjadi tempat suci oleh umat Islam dan Yahudi – yang terletak di Kompleks al-Hara – dan melarang pelaksanaan shalat Jumat disana, menyusul baku tembak fatal pada 14 Juli lalu.
Masjid itu kemudian dibuka kembali setelah Israel memasang pendeteksi logam dan kamera di sana.
Umat Muslim memprotes tindakan tersebut dalam sejumlah demonstrasi dan bentrokan dengan polisi yang menewaskan 11 orang, termasuk 8 warga Palestina. Israel bersikukuh dengan sikap mereka, mengatakan pengamanan itu tidak berbeda dengan perangkat keamanan yang digunakan di tempat-tempat suci lainnya di seluruh dunia.
Menyusul kecaman dunia, Israel memutuskan untuk mencabut pendeteksi logam itu namun mengatakan sistem pengintaian baru dengan teknologi terkini akan dipasang.