Maria Elisa Hospita
25 Juli 2018•Update: 26 Juli 2018
Coskun Ergul
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa membantah kabar tentang Senat dan Kongres AS yang melarang pengiriman jet tempur F-35 ke Turki.
Usai rapat parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Ankara, Erdogan mengatakan, "Kita semua tahu bahwa masalah ini tak akan lagi dibahas jika rancangan undang-undang diloloskan. Trump telah menunjukkan kepada saya pernyataan tertulis yang dia buat selama diskusi kami di Brussel dan hal semacam itu [pelarangan transfer] sama sekali tidak dipertanyakan."
"Sampai saat ini, kami telah membayar USD900 juta dan dua dari jet telah ditransfer ke kami. Sekarang pilot kami sedang melakukan penerbangan administrasi mereka di AS. Kami sama sekali tidak memiliki kekhawatiran mengenai hal ini," kata dia lagi.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Jim Mattis menentang sebuah langkah yang bertujuan untuk menarik Turki keluar dari program F-35. Dalam sebuah surat yang dikirim ke Senat dan komite-komite Urusan Luar Negeri, Mattis menyuarakan keprihatinannya soal anggaran pertahanan, yang dikenal sebagai Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional.
Turki telah menjadi bagian dari program jet tempur F-35 sejak tahun 1999. Industri pertahanan Turki telah berperan aktif dalam produksi suku cadang untuk F-35, termasuk Alp Aviation, AYESAS, Kale Aviation, Kale Pratt & Whitney, dan Turki Industri Aerospace.
Senat AS, bagaimanapun, sangat menyetujui Undang-undang Otorisasi Pertahanan Nasional tahunan, yang mencakup amandemen larangan penjualan jet ke Turki, karena pembelian sistem pertahanan udara S-400 dari Rusia dan penahanan warga AS.