Maria Elisa Hospita
24 September 2018•Update: 24 September 2018
Ilkay Guder
ANKARA
Presiden Turki mengatakan bahwa oposisi moderat Suriah harus menjadi bagian dari solusi politik di Idlib, Suriah.
Hal itu disampaikan oleh Recep Tayyip Erdogan kepada surat kabar Rusia, Kommersant, pada Minggu. Menurut dia, Turki memprioritaskan keselamatan warga sipil, pelestarian zona de-eskalasi, dan melindungi kelompok oposisi yang moderat sejak masalah Idlib muncul ke permukaan.
"Mungkin ada pendekatan yang berbeda dari berbagai negara mengenai oposisi moderat, namun kami berpendapat bahwa oposisi moderat harus tetap berada dalam proses politik," ujar Erdogan.
Keterlibatan oposisi diperlukan untuk melaksanakan agenda dalam perundingan Jenewa dan Astana dengan cara yang sehat.
"Turki menentang setiap upaya yang bertujuan melemahkan oposisi moderat dengan menganggap mereka sebagai teroris," tegas presiden Turki.
Dia juga mengatakan Turki telah bekerja selama bertahun-tahun untuk menjaga perdamaian di Suriah dan membantu jutaan warga sipil kembali ke rumah mereka meskipun ada propaganda dan taktik kotor oleh rezim Bashar al-Assad.
Dalam kesempatan yang sama, Erdogan mengapresiasi kesepakatan antara Ankara dan Moskow di Sochi untuk menciptakan zona demiliterisasi di Idlib.
Dia mengatakan pasukan oposisi akan tinggal di area kekuasaan mereka dan kelompok radikal yang ditetapkan oleh kedua negara tidak akan diizinkan beroperasi di wilayah tersebut.
Tak ada konsesi untuk kelompok-kelompok teror
Erdogan menyatakan bahwa Turki tidak akan mengizinkan kehadiran kelompok-kelompok teror di perbatasannya dengan Suriah.
“Turki telah berkali-kali membuktikan resolusinya di Afrin, Jarablus, al-Bab dan Idlib," jelas Erdogan.
"Turki tidak akan pernah membuat konsesi untuk organisasi teror, dan kebijakan ini tidak akan berubah," kata dia lagi.
Menurut presiden Turki, negaranya selalu memprioritaskan perang antiteror, khususnya Daesh.
Erdogan menambahkan bahwa dukungan Amerika Serikat untuk kelompk-kelompok teror harus berhenti, karena langkah-langkah tersebut "membahayakan keseimbangan regional dan perdamaian di antara masyarakat di kawasan itu".
"Kami berharap Rusia bersedia mendukung Turki dalam upaya melawan kelompok-kelompok teror, khususnya PKK, PYD, dan YPG," ujar dia.
Hubungan Turki-Rusia
Presiden Turki memuji hubungan Ankara dan Moskow.
Dia mengatakan bahwa Turki telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki aspek kemanusiaan dan kebudayaan, sekaligus proyek energi dan investasi bersama.
"Saya percaya orang Turki dan Rusia harus memiliki hubungan yang erat, tulus, dan mesra. Saya ingin menegaskan bahwa kami akan selalu mendukung upaya-upaya untuk mencapai tujuan ini," kata Erdogan.