Rıskı Ramadhan
20 Februari 2018•Update: 20 Februari 2018
Fatma Esma Arslan
ANKARA
Pendukung teroris PYD/PKK berupaya menodai Operasi Ranting Zaitu Turki di Afrin, barat laut Suriah dengan menggunakan foto-foto penindasan yang dilakukan rezim Assad terhadap anak-anak di Suriah.
Simpatisan teroris menggunakan foto anak-anak yang terluka bertahun-tahun lalu di sejumlah lokasi di Suriah untuk memperlihatkan kejadian tersebut seakan terjadi selama Operasi Ranting Zaitun yang sedang berlangsung di Afrin.
Foto-foto seperti itu disebarkan di media sosial untuk menodai operasi yang diluncurkan Turki di Afrin.
Kampanye propaganda hitam yang diluncurkan oleh pendukung teror sekarang mengeksploitasi anak-anak yang tidak bersalah di Suriah yang telah menghadapi serangan udara, serangan gas klorin atau konflik bersenjata sejak 2011.
Gagal menemukan anak yang terluka di Afrin, akun-akun propaganda menggunakan gambar anak yang terluka akibat serangan berdarah rezim Assad.
Pendukung-pendukung teroris yang melakukan propaganda hitam tersebut berusaha memanfaatkan penderitaan anak-anak Suriah.
Sejumlah foto yang dibagikan dengan keterangan palsu seperti "tentara Turki menargetkan anak-anak di Afrin" sebenarnya terjadi di Aleppo, Ghouta Timur atau Homs di mana anak-anak menjadi target rezim Assad.
Foto yang memperlihatkan dua bersaudara Suriah yang ketakutan akan serangan udara dan foto anak-anak di dinding sebuah rumah yang hancur di Homs menjelaskan penderitaan ratusan ribu anak yang menjadi sasaran rezim Assad di Suriah.
Foto seorang balita yang berada di bawah reruntuhan di Aleppo juga digunakan dalam propaganda hitam oleh para pendukung teroris di media sosial, pada kenyataannya foto tersebut menunjukkan satu dari lebih dari 21.000 anak yang dibunuh oleh rezim Assad sejak tahun 2011.
Bahkan mayat anak-anak yang tewas dalam serangan kimia oleh rezim Assad di Ghouta Timur pada tahun 2013 juga digunakan sebagai alat kebohongan oleh pendukung kelompok teror PYD/PKK.
Anak-anak adalah korban terbesar perang
Sebuah laporan yang dirilis oleh Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah (SNHR) pada November 2017 menunjukkan rezim Assad telah membunuh setidaknya 21.631 anak dalam sejumlah serangan yang diluncurkan sejak tahun 2011 di Suriah.
Dalam laporan lain, Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah mengatakan bahwa rezim Assad telah melakukan lebih dari 200 serangan kimia sejak yang pertama mereka luncurkan di distrik Homs 'Al-Bayyada pada 23 Desember 2012.
Kelompok teroris PKK telah memberikan instruksi kepada pendukungnya untuk menyebarkan foto-foto palsu melalui internet guna menodai operasi Turki yang sedang berlangsung di Afrin.
Penyebaran informasi yang salah tentang militer Turki telah dimulai sejak Turki meluncurkan operasi tersebut, pendukung organisasi teroris PYD/PKK memposting foto palsu dan menyimpang di media sosial dan menuding bahwa foto-foto tersebut datang dari Afrin.
Semua tudingan tersebut tidak benar dan kejadian dalam foto-foto yang digunakan terjadi jauh sebelum Operasi Ranting Zaitun dimulai.
Turki pada 20 Januari lalu meluncurkan Operasi Ranting Zaitun untuk membasmi teroris PYD/PKK dan Daesh dari Afrin, Suriah.
Staf Umum Turki menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk menciptakan keamanan dan stabilitas di sepanjang perbatasan Turki dan wilayah tersebut, juga untuk melindungi masyarakat Suriah dari tekanan dan kekejaman teroris.
Operasi ini dilakukan di bawah kerangka hak Turki berdasarkan hukum internasional, keputusan Dewan Keamanan PBB, hak untuk membela diri di bawah Piagam PBB, dengan tetap menghormati integritas teritorial Suriah, kata pernyataan tersebut.
Pihak militer juga memastikan bahwa "sangat penting" supaya operasi tidak membahayakan warga sipil.