Erric Permana
07 Agustus 2018•Update: 08 Agustus 2018
Erric Permana
JAKARTA
Menteri Pariwisata RI Arief Yahya menyatakan hingga kini hanya Pemerintah Tiongkok yang mengeluarkan himbauan perjalanan atau travel advisory setelah gempa 7 scala richter mengguncang Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya.
"Itu khusus untuk Lombok. Kita memahami hal seperti itu karena memang kewajiban suatu negara mengingatkan warganya yang berada di daerah yang terkena bencana," ujar Menteri Arief Yahya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa.
Menurut dia, travel advisory merupakan hal wajar. Apalagi wisatawan asing yang paling banyak di wilayah Lombok dan Bali yakni wisatawan yang berasal dari Tiongkok dan Australia.
Menteri berterima kasih kepada Pemerintah Australia yang tidak mengeluarkan himbauan perjalanan atau travel advisory ke Lombok setelah terjadinya gempa.
"Saya terima kasih terutama pada Australia. Perdana menterinya langsung berbela sungkawa dan tidak mengeluarkan travel advisory... Tidak seorang pun menginginkan terjadinya bencana," tambah dia.
Mengenai jumlah pasti wisatawan asing yang masih berada di wilayah beberapa pulau destinasi wisata di wilayah Lombok, Menteri Arief mengklaim telah mengevakuasi seluruh wisatawan asing.
"Pagi ini sudah selesai 200 orang terakhir. Dan rekan TNI polri melakukan penyisiran di Pulau Gili. Kita harapkan hari ini tuntas, dan semua wisatawan bisa diantar ke Lombok dan dari Lombok akan menuju ke 3 destinasi utama kita, yaitu Bali, Jakarta dan Surabaya," tambah dia.
Kementeriannya pun terus mengeluarkan pernyataan resmi agar tidak ada berita hoax mengenai tsunami.
"Karena di suatu pulau terjadi eksodus besar-besaran itu karena hoax dikhawatirkan terjadi tsunami di situ, maka tidak bisa dibentung lagi mereka keluar besar-besaran," jelas dia.