Nıcky Aulıa Wıdadıo
10 Februari 2020•Update: 10 Februari 2020
JAKARTA
Pemerintah Indonesia meningkatkan status kewaspadaan perjalanan ke Singapura ke level kuning sebagai respons penyebaran virus korona jenis baru atau novel coronavirus.
“Kami mengimbau Anda yang sedang dan/atau akan bepergian ke Singapura untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai langkah pencegahan transmisi wabah virus korona,” tulis Kementerian Luar Negeri Indonesia, di laman resminya pada Senin.
Langkah pencegahan yang dimaksud yakni menjaga stamina fisik dan psikis, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, rutin mencuci tangan, menggunakan masker, mengurangi aktivitas di luar rumah, serta menghindari interaksi dengan keramaian publik.
Level peringatan perjalanan terdiri dari empat tingkatan. Pertama, biru yang berarti situasi normal. Kedua, kuning yang berarti harus meningkatkan kewaspadaan. Ketiga, oranye yang berarti perjalanan harus pertimbangkan kembali, dan keempat level merah yang berarti larangan untuk bepergian.
Warga negara Indonesia (WNI) yang mengalami permasalahan darurat di Singapura dapat menghubungi hotline Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) pada nomor +65 67377422.
Dalam kondisi darurat, pelancong juga dapat menggunakan tombol darurat pada aplikasi Safe Travel Kementerian Luar Negeri untuk menghubungi perwakilan KBRI.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Singapura (MoH) meningkatkan status resiko Disease Outbreak Response System Condition (DORSCON) dari warna kuning menjadi warna oranye.
Penetapan itu berdasarkan bertambahnya kasus infeksi di Singapura, serta fakta bahwa penyebarannya bersifat lokal, tidak berhubungan dengan kasus sebelumnya, dan pasien tidak memiliki riwayat perjalanan ke RRT.
Dengan indikator DORSCON menjadi oranye, virus korona telah dikategorikan berbahaya sehingga Pemerintah Singapura melakukan berbagai langkah penanganan dan pencegahan untuk mengurangi resiko transmisi lebih lanjut.
Singapura mengkonfirmasi jumlah kasus virus korona tipe baru di negara itu bertambah menjadi 43 kasus pada Senin.