Pizaro Gozali İdrus
03 Mei 2018•Update: 04 Mei 2018
Pizaro Gozali
JAKARTA
Indonesia akan menjadi tuan rumah pertemuan trilateral ulama Afghanistan, Pakistan, dan Indonesia pada 11 Mei mendatang untuk membahas perdamaian Afghanistan.
Pengumuman itu disampaikan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla di hadapan para peserta KTT Cendekiawan Muslim Dunia di Jakarta, Kamis.
Kalla mengatakan Indonesia berperan besar dalam mendorong dan membantu perdamaian di bumi Afghanistan.
"Tentu yang kita harapkan adalah bagaimana mendamaikan persoalan di Afganistan. Kita masih memiliki masalah di Afghanistan," jelas Kalla.
Kalla juga mengatakan Indonesia berinisiatif melibatkan ulama dalam penyelesaian konflik karena ulama yang lebih didengar oleh masyarakatnya.
"Kalau ulama pasti akan didengar masyarakatnya sendiri. Karena kalau berfatwa lebih dipercaya," tukas dia.
Dalam kesempatan ini, Kalla tidak menyebut secara rinci tempat pertemuan, juga apakah perwakilan ulama dari Taliban akan turut bergabung.
Sebelumnya, Taliban telah menyuarakan penolakan terhadap pertemuan ulama yang akan digelar di Indonesia ini.
"Dengan memberikan legitimasi kepada pemerintahan di Kabul dan dengan upaya propagandanya, AS ingin menipu negara-negara Muslim. Pertemuan para ulama di Indonesia atau beberapa negara Islam lainnya merupakan langkah yang menyesatkan," ujar Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, pertengahan Maret lalu.
Pertemuan sedianya akan dilaksanakan di Bogor, kata Majelis Ulama Indonesia.
Dalam pertemuan ini, setidaknya 45 ulama akan hadir untuk mencari solusi konflik di Afghanistan.