Erric Permana
14 Januari 2019•Update: 15 Januari 2019
Erric Permana
JAKARTA
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Doni Monardo mengusulkan agar alat deteksi dini bencana alam diperlakukan khusus dan dijaga oleh TNI.
Menurut Doni, selama ini alat deteksi dini yang telah terpasang di sejumlah wilayah di Indonesia kerap mengalami kerusakan.
Padahal, kata dia, alat deteksi dini tersebut dibutuhkan untuk mencegah adanya korban yang lebih banyak akibat bencana alam.
"Meski secara fisik ada tapi tidak berfungsi, tadi saya laporkan presiden kalau boleh alat deteksi ini dianggap tanda petik sebagai Objek Vital nasional dan harus diamankan oleh unsur TNI," ujar Doni di Kantor Presiden pada Senin.
Permasalahan lainnya kata Doni, tidak ada lembaga yang mengawasi dan memelihara alat deteksi dini tersebut lantaran tidak adanya anggaran.
"Karena selama ini sudah dipasang kemudian digelar di lapangan, di bawah BMKG BBPT abis itu tidak ada kontrol dan tanggung jawab termasuk pemeliharaan karena butuh biaya," jelas dia.
Doni menyatakan Presiden menerima usulan tersebut dan telah memerintahkan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto untuk menerbitkan Surat Perintah agar anggotanya bisa menjaga alat deteksi dini.
"Karena kalau tidak berfungsi maka mata dan telinga masyarakat di pesisir pantai tidak mendapat informasi," tambah dia.
Meski demikian, Doni mengaku akan mencari cara untuk menerbitkan aturan yang tepat agar penjagaan dari TNI tersebut tidak menimbulkan polemik.