Erric Permana
06 Februari 2018•Update: 07 Februari 2018
Erric Permana
JAKARTA
Komisioner Tinggi HAM PBB Zeid Raad Al Hussein mengapresiasi peran Indonesia dalam membantu permasalahan Rohingya di Myanmar.
Apresiasi ini disampaikan Al Hussein saat bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa.
Menurut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang ikut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut, Indonesia dipercaya oleh Komisioner Tinggi HAM PBB bisa menjadi pemimpin dalam menyelesaikan permasalahan yang menimpa Muslim Rohingya.
“Karena salah satu negara yang diterima baik Myamnar adalah Indonesia,” ujar Menteri Yasonna.
Presiden Joko Widodo pun dalam pertemuan itu, kata Menteri Yasonna, mengakui masih memiliki pekerjaan yang belum rampung dalam kasus Muslim Rohingya.
Kepada Al Hussein, presiden juga menceritakan tentang kunjungannya menemui pengungsi di Cox’s Bazaar, Bangladesh.
Selain membicarakan permasalahan Rohingya, Komisioner Tinggi HAM PBB juga membicarakan mengenai LGBT dan Rancangan UU KUHP yang saat ini dibahas oleh DPR dan Pemerintah.
Al Hussein, kata Menteri Yasonna, mengingatkan kepada Pemerintah Indonesia untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap kelompok minoritas agama dan juga LGBT.
“Beliau mengatakan bahwa kita tidak boleh melakukan diskriminasi. Tetapi Indonesia punya budaya dan kepercayaan bahwa promosi secara publik itu tidak dapat diterima,” jelas Menteri Yasonna.