Shenny Fierdha Chumaira
10 April 2018•Update: 11 April 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Hingga hari ini terdata 82 orang tewas akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan.
Data dari polisi mengungkapkan kalau sebanyak 51 orang tewas di Jawa Barat sementara 31 orang lainnya tewas di Jakarta .
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan bahwa sampai siang ini, berdasarkan laporan dari Kepolisian Daerah Jawa Barat, 82 orang masih dirawat di beberapa daerah di Jawa Barat.
Sementara belum ada informasi berapa korban miras oplosan yang masih dirawat di jakarta.
"Di Jakarta sendiri kami masih meng-update lagi jumlah orang yang dirawat," ucap Setyo di Jakarta, Selasa.
Mengingat banyaknya korban tewas berjatuhan sejak awal April akibat mengonsumsi miras oplosan di Jakarta dan Jawa Barat, dia mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan membeli dan meminum miras tanpa mengetahui pasti bahan baku maupun produsennya.
"Kami bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan dan juga penyidik dari Bareskrim Mabes Polri, penyidik Kepolisian Daerah Jawa Barat, dan penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya, serta laboratorium forensik untuk meneliti kandungan minuman," ungkap Setyo.
Meski Pemerintah Kabupaten Bandung sudah menetapkan kejadian luar biasa (KLB) menyusul tingginya angka korban tewas akibat miras oplosan, namun kepolisian belum berencana membentuk satuan tugas khusus (satgasus) untuk menangani kasus ini.
"Sampai sekarang belum, masih ditangani oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Kepolisian Daerah Metro Jaya," tukas Setyo.
Sejak awal April, puluhan orang di beberapa daerah di Jawa Barat dan Jakarta tewas sementara lainnya dirawat di rumah sakit akibat mengonsumsi miras oplosan.
Miras oplosan itu dikemas dalam botol plastik dan mengandung sejumlah zat berbahaya seperti alkohol sebanyak 98 persen yang dioplos dengan soda, minuman kuat, dan air.
Sejauh ini polisi sudah menetapkan setidaknya sepuluh orang tersangka yang tersebar di berbagai daerah seperti Bekasi, Cicalengka, Bandung, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.