Shenny Fierdha Chumaira
10 April 2018•Update: 11 April 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi belum bisa memastikan apakah data sejuta orang pengguna media sosial Facebook di Indonesia yang dicuri oleh Cambridge Analytica digunakan untuk kepentingan politik dalam negeri.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan bahwa dia belum mendapat informasi terkait apakah data sejuta pengguna Facebook di Indonesia yang dicuri tersebut digunakan untuk kepentingan politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2018 pada Juni.
"Pekan lalu saya sudah koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Bapak Menteri [Rudiantara] berharap pihak Facebook segera dipanggil untuk dimintai keterangan. Kita sedang upayakan," ungkap Setyo di Jakarta, Selasa.
Polisi sendiri sudah berencana untuk memanggil Facebook di Indonesia terkait kasus tersebut pada pekan ini.
Sampai saat ini kasus masih ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Indonesia merupakan salah satu dari sepuluh negara selain Amerika Serikat, Filipina, Meksiko, yang data pribadi milik jutaan pengguna Facebook-nya dicuri oleh perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica di London, Inggris.
Cambridge Analytica telah menyalahgunakan data 87 juta orang pengguna Facebook di berbagai negara di mana satu juta orang di antaranya berada di Indonesia.
Meski data pengguna Facebook di Indonesia belum diketahui disalahgunakan untuk kepentingan apa, namun data pengguna Facebook di Amerika Serikat disalahgunakan untuk kampanye Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2016 silam.