Muhammad Nazarudin Latief
03 Juli 2018•Update: 03 Juli 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Gunung Agung di Provinsi Bali kembali erupsi dengan melontarkan materi vulkanik setinggi 2 ribu meter, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Selasa.
Menurut dia, letusan terjadi pada 04.30 Wita selama tujuh menit, ke arah barat. Letusan tidak mengganggu aktivitas penerbangan, kode Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA) yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral masih berwarna oranye.
“Letusan menyebabkan hujan abu lokal. Bali aman, “ujar dia dalam Twitternya.
Gunung Agung terus menunjukkan aktivitas vulkanik dengan intensitas tinggi. Pada senin malam pukul 21.04 gunung ini meletus dengan ledakan keras disertai lontaran batu pijar dengan ketinggian mencapai 2 kilometer yang jatuh dan membakar hutan di daerah puncak gunung.
Erupsi saat itu terjadi secara strombolian (erupsi kecil-kecil dengan serpihan magma) dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi sekitar 7 menit 21 detik.
Sutopo mengingatkan agar penduduk sekitar untuk mematuhi rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) agar tidak melakukan aktivitas di radius 4 kilometer dari puncak gunung.
Sutopo mengingatkan jika masyarakat yang tinggal di luar radius 4 kilometer merasa takut, maka mereka bisa melakukan evakuasi mandiri.
“Tapi jangan keluar dari daerah Karangasem, ini untuk memudahkan penanganan dan distribusi logistik,” ujar dia.
Sejauh ini, lanjut Sutopo, sudah ada sekitar 800 jiwa yang mengungsi di 11 titik pos pengungsian. Hingga saat ini status Gunung Agung tetap Siaga atau berada di level 3.