Pizaro Gozali İdrus
20 Juni 2018•Update: 21 Juni 2018
Serife Cetin
BRUSSELS
Jumlah pemilih Turki di luar negeri yang memberikan suara dalam pemilihan presiden dan parlemen telah menembus rekor baru, ujar badan pemilu Turki, Selasa malam.
Pemilu di Turki akan dimulai pada 24 Juni, tetapi untuk warga negara asing yang memilih di luar negeri, pemilihan sudah ditutup.
Komite Pemilihan Tinggi Turki (YSK) mengumumkan jumlah pemilih setelah pemungutan suara berakhir di 51 negara.
Menurut angka resmi YSK, jumlah tersebut mencapai 48,78 persen, dengan total 1.486.408 warga Turki yang mencoblos pada 7-19 Juni.
Lebih dari 3 juta orang Turki di luar negeri memenuhi syarat untuk memberikan hak suara dalam pemilu.
Warga Turki yang tinggal di luar negeri dan bepergian ke Turki bulan ini juga dapat memberikan suara mereka di gerbang pabean sampai jam 5 sore pada 24 Juni.
Enam kandidat bersaing di pemilihan presiden Turki sementara delapan partai politik akan berpartisipasi dalam pemilihan parlemen.
Jika pemilihan presiden berlanjut ke putaran kedua, pemilih akan kembali ke tempat pemungutan suara pada hari Minggu berikutnya.
Recep Tayyip Erdogan telah menjabat sebagai presiden sejak 2014 - presiden pertama yang terpilih secara populer di Turki.
Sebelumnya, Erdogan menjabat sebagai perdana menteri dari 2003 hingga 2014.
Jika terpilih kembali, Erdogan akan menjadi presiden pertama Turki di bawah sistem pemerintahan presidensial yang baru.