Erric Permana
19 Mei 2018•Update: 21 Mei 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku sudah diminta Detasemen Khusus Anti Teror 88 Polri untuk menelusuri adanya transaksi yang dilakukan oleh kelompok teror.
Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin mengatakan lembaganya sudah bergerak untuk menelusuri adanya transaksi keuangan tersebut, baik melalui tunai ataupun transfer antar bank.
“Tentu kami punya database, tapi perkembangan terakhirnya sedang kami ikuti lagi. Namun karena ini sedang dalam penyelidikan dan pengembangan oleh Densus, kami tidak bisa bicara banyak,” ujar Kiagus Ahmad Badaruddin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jumat.
Berdasarkan pengamatannya, transaksi yang dilakukan kelompok teror untuk pendanaan dilakukan melalui beragam cara di antaranya melalui transaksi tunai.
“Macam macam ada yang cash, pokoknya kami sedang telusuri,” pungkas dia.
Pekan lalu, rentetan aksi bom bunuh diri terjadi di Surabaya. Tiga gereja menjadi sasaran teroris yang merupakan satu keluarga.
Sehari setelahnya, bom bunuh diri juga terjadi di Polrestabes Surabaya. Pelaku teror membawa anak dan istrinya saat meledakkan diri di depan gerbang penjagaan.
Kemudian pada Rabu, aksi teror kembali terjadi ketika empat anggota kelompok teror memaksa masuk Mapolda Riau dan menyerang sejumlah anggota polisi.