Erric Permana
19 Mei 2018•Update: 20 Mei 2018
Erric Permana
JAKARTA
Pemerintah meminta seluruh masyarakat untuk menghormati engguna cadar sesuai dengan kepercayaan agama yang dianut.
Permintaan ini menyusul adanya sebagian masyarakat yang mengalami keresahan lantaran sejumlah pelaku teror menggunakan cadar saat menjalankan aksinya.
“Kita hormati sebagaimana kita juga hormati orang-orang lain yang menggunakan berbagai macam atribut yang terkait dengan keagamaan,” ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Jakarta pada Jumat.
Meski demikian, Menteri Lukman juga mengimbau wanita bercadar untuk bisa memahami dan menghormati lingkungan sekitarnya.
Apalagi, kata Menteri Lukman, banyak masyarakat memiliki kecurigaan terhadap pengguna cadar.
“Ya harus lalu kemudian bersikap berpilaku sebagaimana mestinya sesama anggota masyrakat jadi jangan esklusif tapi juga berbaur dengan masyarakat sekitarnya,” tambah Menteri Lukman.
Dalam sejumlah aksi teror sejak pekan lalu, pelaku yang diduga merupakan bagian kelompok teror menggunakan cadar saat menjalankan aksinya.
Pekan lalu, dua perempuan menggunakan cadar berusaha masuk ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat dengan membawa gunting.
Aksi tersebut dilakukan usai kerusuhan yang diduga dilakukan napi kasus terorisme.
Selain itu, aksi pelaku teror menggunakan cadar juga terjadi pada hari Minggu lalu. Diduga seorang ibu membawa dua anaknya yang menggunakan cadar meledakkan dirinya di Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Dipenogoro, Surabaya, Jawa Timur.