Megiza Soeharto Asmail
28 November 2017•Update: 29 November 2017
Megiza Soeharto Asmail
JAKARTA
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Agung terus meningkat. Kondisi tersebut juga diartikan sebagai peluang erupsi yang lebih besar kian tinggi.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memastikan erupsi magmatik Gunung Agung saat ini terus berlangsung dengan ketinggian kolom abu vulkanik sekitar 2500-3000 meter di atas puncak kawah.
Sutopo menyebut, saat ini karakter erupsi Gunung Agung belum dapat diprediksi. Hal itu dikarenakan tidak adanya data instrumental sebagai pembanding dengan erupsi sebelumnya.
“Sebaran abu vulkanik dominan mengarah ke barat daya. Hasil analisis citra satelit Himawari dari BMKG menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik tertarik oleh Siklon Tropis Cempaka yang saat ini berada di Samudera Hindia di selatan Yogyakarta. Adanya pusat tekanan rendah ini menyebabkan abu vulkanik mengikuti gerak dari siklon tropis,” kata dia dalam keterangan resminya, Selasa.
Secara langsung dampak sebaran abu yang kini mengepul dari puncak gunung dan terbawa angin adalah penutupan ruang udara di atas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Analisis pihak AirNav Indonesia Cabang Denpasar juga telah menyatakan bahwa ploting area jalur pemanduan lalu lintas pesawat udara sudah tertutup oleh sebaran abu vulkanik.
Untuk di area Bali Timur, masyarakat saat ini tidak boleh melakukan aktivitas apapun di dalam radius 8 km dari kawah Gunung Agung dan ditambah perluasan sektoral ke arah Utara-Timurlaut dan Tenggara-Selatan-Baratdaya sejauh 10 km dari kawah Gunung Agung.