İqbal Musyaffa
03 Januari 2019•Update: 04 Januari 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Indonesia telah menyelesaikan pembangunan 190 unit dari total 699 unit hunian sementara (huntara) bagi korban bencana gempa bumi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kepala Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto mengatakan huntara yang sudah selesai secara bertahap mulai ditempati oleh masyarakat yang selama ini tinggal di shelter.
Salah satu lokasi huntara yang sudah selesai berlokasi di Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi sebanyak 10 unit huntara dengan jumlah 120 bilik.
Dalam keterangan resmi, Kamis, Arie mengatakan huntara lainnya berlokasi di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga juga sudah rampung dan tengah proses pemasangan meteran dan instalasi listrik oleh pihak PLN setempat.
Menurut Arie, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sudah meminta kepada Kelurahan setempat untuk menetapkan nama-nama keluarga yang berhak menempati huntara tersebut. Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah juga sudah menyiapkan kelengkapan huntara seperti kompor gas, peralatan masak, tempat tidur, dan kasur.
“Semakin cepat masyarakat bisa menempati hutara semakin baik,” ungkap Arie.
Dengan demikian, Arie mengatakan dapat dilakukan evaluasi terhadap kekurangan yang ditemui serta dapat mengetahui jumlah pembangunan huntara yang sesuai kebutuhan.
“Huntara yang sudah dibangun dapat menjadi standar bagi pihak-pihak yang ingin membantu dalam penyediaan hunian di Palu, Sigi dan Donggala,” kata Arie.
Tantangan yang dihadapi dalam proses pembangunan huntara menurut dia, antara lain ketersediaan material, jumlah tukang dan koordinasi penyediaan air bersih dan listrik.
Untuk pembangunan hunian tetap, Gubernur Sulawesi Tengah telah menandatangani Surat Keputusan mengenai penetapan lokasinya yakni di Kota Palu seluas 360,93 Ha meliputi Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga dan seluas 79,3 Ha terletak di Kelurahan Tondo, serta di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore seluas 481,63 Ha.
Kemudian untuk hunian tetap di wilayah Kabupaten Sigi ditetapkan seluas 362 Ha yang terletak di Desa Pombewe sebesar 201,12 Ha dan Desa Oloboju seluas 160,88 Ha.
“Pembangunan hunian tetap akan menggunakan konstruksi tahan gempa,” tambah dia.
Selain hunian, Arie mengatakan pembangunan dan perbaikan fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, dan puskesmas juga akan menggunakan konstruksi tahan gempa. Pembangunan RS Undata dan RS Anutapura di Kota Palu akan menjadi pilot project konstruksi bangunan tahan gempa.