Shenny Fierdha Chumaira
31 Januari 2018•Update: 31 Januari 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kementerian Perhubungan dan sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi terkait transportasi mudik Lebaran 2018.
Dalam rapat koordinasi yang digelar pada Selasa di kantor Kementerian Perhubungan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa aktivitas mudik yang aman, dan nyaman dapat tercapai dengan cara pemeriksaan kesehatan dan uji narkoba terhadap awak penyedia jasa transportasi, pemeriksaan kelaikan sarana moda transportasi, serta pengawasan terhadap harga dan jumlah tiket yang dijual agar tidak melebihi kapasitas angkut.
Selain itu, akan dilakukan pula pengawasan terhadap pelayanan di masing-masing moda transportasi agar sesuai dengan standar pelayanan penumpang dan juga akan dibentuk posko penanganan Angkutan Lebaran Terpadu 2018 / 1439 H untuk moda transportasi darat, laut, udara.
Mengingat pemudik via jalur darat rentan mengalami kecelakaan akibat lelah atau mengantuk, Menteri Budi meminta pengelola area istirahat (rest area) untuk berbenah.
"Kita berikan kesempatan untuk memperbaiki rest area agar kondisinya pun baik," kata Menteri Budi di Jakarta, Selasa sore.
Sementara itu, untuk mengurangi angka pemudik yang mengendarai sepeda motor, Menteri mengungkapkan bahwa Kementerian Perhubungan akan menyediakan layanan bis mudik gratis untuk Pulau Jawa dan Sumatera.
"Karena motor tidak cocok menjadi kendaraan jarak jauh," tukas Menteri Budi.
Meski Lebaran jatuh pada Juni, namun Kementerian Perhubungan beserta instansi terkait lainnya seperti Kementerian Dalam Negeri dan Polisi , menggelar rapat koordinasi lebih awal, mengingat hari suci umat Muslim ini dirayakan berdekatan dengan Pilkada Serentak 2018.