Muhammad Nazarudin Latief
14 Februari 2018•Update: 14 Februari 2018
Muhammad Latief
JAKARTA
Pemerintah akan menahan beras impor yang baru datang Vietnam di gudang-gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) sebagai beras cadangan pemerintah (BCP) untuk batas waktu yang tidak ditentukan.
Beras tersebut dikeluarkan jika pemerintah membutuhkan, baik untuk bantuan maupun operasi pasar.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah akan melihat perkembangan harga untuk menentukan waktu pelepasan beras tersebut ke pasar domestik.
“Fluktuasinya harga beras masih tinggi. Ini soal suply and demand lah,” ujar dia di Jakarta, Selasa.
Senin kemarin, 55 ribu ton beras impor datang dari Vietnam masuk Indonesia.
Beras ini masuk melalui tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Merak, Banten; Tenau, Kupang; dan Tanjung Priok, Jakarta.
Bulog rencananya menerima beras impor dari Vietnam masing-masing 70 ribu ton dan 71 ribu ton dari Vinafood I dan Vinafood II. Sedangkan tiga supplier Thailand masing-masing membawa 40 ribu ton.
Untuk menurunkan harga beras, menurut Menteri Enggar, jumlah pasokan akan ditingkatkan.
“Akan kita atur dari sisi suplay dan produksi dari Kementerian Pertanian,” ujar dia.
Selain itu, menurut Menteri Enggar, pemerintah juga akan terus menggelar operasi pasar.
Sejak awal Januari, sudah ada 1.838 gerai pada 198 titik pasar di seluruh Tanah Air yang menjadi sasaran operasi pasar beras.