Meryem Goktas
19 Januari 2018•Update: 20 Januari 2018
Meryem Goktas
ANKARA
Fawzi al-Juneidi, pemuda Palestina berusia 16 tahun yang menjadi simbol perlawanan Palestina terhadap langkah Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, pada Kamis berkunjung ke kantor pusat Anadolu Agency di Ankara, Turki.
Al-Juneidi tiba di Turki pada Selasa untuk untuk menghadiri kegiatan yang diselenggarakan oleh kota Esenler selama tiga hari.
Tiba kantor pusat Anadolu Agency, pemuda itu disambut oleh Direktur Umum sekaligus Dewan Direktur Anadolu Senol Kazanci dan Wakil Direktur Umum sekaligus Pimpinan Redaksi Anadolu Agency Metin Mutanoglu.
Al-Juneidi juga mendapat sambutan hangat dari staf Anadolu Agency, dia disambut dengan sejumlah bunga setelah pengambilan foto bersama.
Sebelumnya pada Rabu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menerima al-Juneidi di Kompleks Kepresidenan di Ankara.
Pada hari yang sama, al-Juneidi juga mengunjungi lokasi syuting serial populer Turki Payitaht Abdulhamid yang menggambarkan Kekaisaran Ottoman pada masa pemerintahan Sultan Abdulhamid.
Pada 7 Desember 2017, al-Juneidi ditahan oleh sejumlah tentara Israel dengan mata tertutup dan diseret di Kota Hebron, Tepi Barat.
Setelah ditahan selama 21 hari, al-Juneidi dibebaskan dengan jaminan pada 28 Desember 2017.
Bulan lalu, foto al-Juneidi diseret dengan mata tertutup menjadi simbol protes Palestina melawan keputusan kontroversial AS untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Foto yang diambil oleh jurnalis foto Anadolu Agency Wisam Hashlamoun itu juga memenangkan Kompetisi Foto Terbaik Tahun 2017 Anadolu Agency untuk kategori berita.
Meski telah dibebaskan dengan uang jaminan sebesar 10.000 Shekel Israel (sekitar USD2.860), al-Juneidi akan kembali menghadap pengadilan militer Israel atas tuduhan melempar batu kepada tentara Israel pada 19 Februari mendatang.
Menurut perkiraan, saat ini ada sekitar 6.500 warga Palestina, termasuk sekitar 300 anak di bawah umur yang ditahan di penjara Israel.