Shenny Fierdha Chumaira
04 Juli 2018•Update: 05 Juli 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Kepolisian akan membantu mengusut kasus Kapal Motor (KM) Lestari Maju di perairan Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, yang tenggelam pada Selasa siang dan telah menewaskan sedikitnya 34 orang penumpangnya.
"Kita bantu. Kalau sudah ada korban tewas, maka masuk ke dalam ranah penyelidikan dan penyidikan. Kami akan lakukan itu untuk menegakkan hukum dan menjadi pembelajaran bagi yang lain," ungkap Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian usai menghadiri Dies Natalis ke-72 Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) di auditorium PTIK, Jakarta, Rabu.
Tito mengatakan sudah memerintahkan polisi perairan untuk membantu menegakkan hukum dan aturan yang berlaku dalam pelayaran, misalnya terkait dengan persediaan alat keamanan yang ada di kapal-kapal.
"Misalnya terjadi kecelakaan di air tapi tidak disediakan pelampung padahal peraturan mengharuskan ada [pelampung]. Maka itu harus diproses," jelas Tito.
Menurut dia, terkait kecelakaan kapal, nakhoda tidak bisa menjadi satu-satunya tersangka yang dimintai pertanggungjawaban sebab ada pihak lain seperti operator kapal atau pengawas pelabuhan yang turut bertanggung jawab atas musibah itu.
Tito menilai, harus diadakan kerja sama lintas sektoral yang melibatkan berbagai pihak untuk mencegah kecelakaan kapal kembali terjadi.
"Kementerian Perhubungan, Polri, pemerintahan daerah, agen dan pemilik kapal, semua harus dikumpulkan di tingkat pusat dan di tingkat daerah masing-masing untuk kerjasama lintas sektoral," tutup Tito.
KM Lestari Maju tenggelam di perairan Kepulauan Selayar pada Selasa siang saat tengah berlayar dari Kabupaten Bulukamba menuju Kabupaten Selayar sekitar 15 menit sebelum mencapai Kabupaten Selayar karena kerusakan mesin ditambah cuaca buruk.
Diperkirakan ada sekitar 190 penumpang di kapal.
Ketika melihat air laut masuk ke dek lantai bawah kapal, penumpang panik sehingga mereka segera mengenakan pelampung dan loncat ke laut.
Para penumpang yang sudah berhasil diselamatkan dievakuasi ke Pantai Pabaddilan, Desa Bungayya, Kecamatan Bontomatene, Kabupaten Kepulauan Selayar.