Shenny Fierdha Chumaira
02 Agustus 2018•Update: 02 Agustus 2018
Shenny Fierdha
JAKARTA
Polisi menegaskan bahwa Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian tidak berkeinginan menjadi calon wakil presiden (cawapres) dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.
"Banyak yang bertanya kepada saya dan saya juga sudah menanyakan langsung ke beliau. Beliau menjawab bahwa beliau sama sekali tidak berminat menjadi cawapres," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia Brigadir Jenderal M. Iqbal di Jakarta, Rabu.
Tito, lanjut Iqbal, lebih memilih menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terlebih banyak agenda besar berskala internasional maupun agenda politik nasional yang akan dihelat oleh Indonesia ke depan antara lain Asian Games 2018, Asian Paragames 2018, pertemuan tahunan International Monetary Fund-World Bank 2018, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019.
Apabila Tito diminta oleh masyarakat atau bahkan Presiden Joko Widodo untuk menjadi wakilnya, secara pribadi Iqbal mengaku tidak mempermasalahkan.
"Biarkan saja. Itu hak semua orang, tidak masalah. Beliau sama sekali tidak berminat terjun ke politik," tukas Iqbal.
Pada 10 Juli, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis sejumlah nama cawapres yang berasal dari berbagai bidang, termasuk hukum dan ekonomi.
Berdasarkan survei sepanjang 28 Juni sampai 5 Juli dengan metode multistage random sampling terhadap 1.200 orang responden itu, Tito menduduki peringkat pertama untuk menjadi pendamping Presiden Joko Widodo dengan dukungan 32,6 persen responden.