Nicky Aulia Widadio
11 Januari 2019•Update: 11 Januari 2019
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Polisi telah memeriksa enam orang saksi terkait teror bom palsu di rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan ada satu orang yang dicurigai berkaitan dengan bom palsu tersebut.
Keenam saksi tersebut, kata Dedi yakni dua polisi yang pertama kali mengamankan bom palsu tersebut, Ketua RT, penjual bubur, dan orang-orang di sekitar rumah Agus Rahardjo.
Menurut saksi penjual bubur, Dedi melanjutkan, ada satu orang tidak dikenal bertanya lokasi rumah Ketua RT di pemukiman Agus Rahardjo sebelum kejadian.
“Itu coba digambar dulu sketsa wajahnya,” kata Dedi di Jakarta, Jumat.
Penyidik juga akan memeriksa sidik jari yang menempel pada tas berisi bom palsu tersebut, lanjut dia.
Polisi sebelumnya juga telah memeriksa 11 orang saksi terkait kasus pelemparan bom molotov di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif.
Hingga Jumat siang, polisi belum mengungkap siapa pelaku teror di rumah kedua pimpinan KPK itu.
Pelaku menaruh benda mencurigakan di depan rumah Agus Rahardjo di Bekasi, Jawa Barat pada Rabu, 9 Januari.
Pada hari yang sama, kediaman Laode M Syarif juga menjadi sasaran bom molotov.