Nicky Aulia Widadio
26 Desember 2018•Update: 26 Desember 2018
Nicky Aulia Widadio
JAKARTA
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah mengidentifikasi 321 jenazah korban tsunami Selat Sunda hingga Rabu siang.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jendral Dedi Prasetyo mengatakan 110 di antaranya merupakan korban tewas di Lampung Selatan dan 217 lainnya merupakan korban tewas di Banten.
“Sebagian besar sudah diserahkan ke pihak keluarga. Yang lainnya akan terus diidentifikasi oleh tim DVI,” kata Dedi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu siang mencatat 430 orang tewas dan 159 orang masih hilang akibat tsunami Selat Sunda yang melanda Banten dan Lampung Selatan.
Polri mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk melapor ke media center.
Masyarakat, kata Dedi, juga bisa menghubungi hotline melalui nomor 085211672686, 085211672708, atau 085211672721.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menuturkan Direktorat Jendral Kependudukan dan Catatan Sipil telah berkoordinasi dengan Polri untuk mempercepat identifikasi jenazah korban.
Pasukan Polri masih berada di Banten dan Lampung Selatan untuk penanganan pascabencana.
Dedi menjamin tidak ada penjarahan seperti yang terjadi di Palu usai gempa bumi dan tsunami pada akhir September 2018 lalu.
Pasalnya, kata Dedi, distribusi logistik menuju lokasi bencana di Banten dan Lampung Selatan berjalan lancar.
“Beda kasus dengan di Palu. Di Lampung, Banten, untuk jalur logistik lancar. Bahan kebutuhan pokok masih tersedia,” ujar dia.
Tsunami melanda kawasan Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu, 22 Desember 2018 lalu.
Lima kabupaten terdampak, yakni Serang, Pandeglang, Lampung Selatan, Pesawaran dan Tanggamus.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan tsunami itu terjadi akibat adanya longsoran Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Juli 2018 lalu.