Hayati Nupus
27 November 2018•Update: 27 November 2018
Hayati Nupus
JAKARTA
Survei menyebutkan pembangunan infrastruktur menempati keberhasilan tertinggi pemerintah dengan perolehan angka 23,2 persen.
Direktur Eksekutif Media Survei Nasional Rico Marbun mengatakan survei terhadap 1200 orang responden ini juga menyimpulkan keberhasilan pemerintah lainnya, yaitu bantuan tepat sasaran 4,5 persen, kesehatan 3,4 persen, pendidikan 3,2 persen dan ekonomi stabil 2,2 persen.
“Pembangunan infrastruktur ini meraup suara paling tinggi, jauh dibanding lainnya,” ujar Rico, Selasa, di Jakarta.
Sedang hasil survei soal kekurangan pemerintah, lanjut Rico, menempatkan persoalan ekonomi memburuk di peringkat tertinggi dengan angka 20,9 persen dan harga sembako, BBM dan listrik yang mahal di peringkat kedua dengan perolehan 11,5 persen.
Selain itu, ujar Rico, pembangunan belum merata 3 persen, ulama dengan kasus hukum 2,4 persen dan bantuan tidak tepat sasaran 2,2 persen.
Namun elektabilitas Jokowi, menurut Rico, tak akan meningkat jika tak mampu menyelesaikan persoalan ekonomi seperti tarif listrik yang tinggi, harga kebutuhan pokok mahal, sulitnya mencari pekerjaan, dan kekhawatiran soal nilai tukar rupiah terhadap dollar yang terus tertekan.
Suvei yang dilakukan oleh Media Survei Nasional menyimpulkan bahwa pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin memiliki elektabilitas hanya 47,7 persen, sedang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 35,5 persen.
Dengan selisih 12,2 persen itu, lanjut Rico, Prabowo dapat mengungguli Jokowi jika sanggup meyakinkan publik bahwa dia mampu menyelesaikan persoalan ekonomi lebih baik ketimbang petahana.
“Sayangnya persepsi atas kompetensi itu sampai sekarang belum mampu dikomunikasikan oleh kubu Prabowo kepada publik, sebagai tantangan mereka belum menawarkan sesuatu yang lebih baik dari petahana,” kata Rico.