Astudestra Ajengrastrı
14 Januari 2018•Update: 15 Januari 2018
Ayse Humeyra Atilgan
ISTANBUL
Perdana Menteri Turki Binali Yildirim pada Sabtu berkata salah satu tujuan dalam pemerintahannya adalah untuk mengurangi kesenjangan di negara tersebut.
Bicara di Provinsi Nigde di Anatolia tengah, Yildirim menjanjikan keamanan dan stabilitas kepada semua penduduk di seluruh Turki.
Mengacu kepada penderitaan masyarakat di bagian timur dan timur laut Turki akibat ancaman teror, dia berkata pemerintah terus mencoba untuk “menyembuhkan luka”.
Dia lantas mengingatkan pada program pemerintah untuk membangun kembali distrik yang hancur karena teroris dan berkata 26 ribu rumah telah dibangun di wilayah-wilayah yang banyak menelan korban akibat teror.
Yildirim berkata, investasi sebesar 2,5 miliar lira Tukri (sekitar USD667 juta) dikucurkan ke lebih dari 90 distrik yang ditunjuk oleh pemerintah.
Bagian timur laut Turki telah menjadi wilayah korban serangan teror oleh PKK, yang masuk dalam daftar kelompok teroris di Turki, Uni Eropa, dan AS.
Dalam kampanye teror PKK sepanjang lebih dari tiga dekade melawan Turki, setidaknya 40 ribu orang tewas.
Organisasi teroris ini melanjutkan gerakan bersenjatanya pada Juli 2015. Sejak itu, mereka telah membunuh lebih dari 1.200 personel keamanan dan masyarakat sipil Turki, termasuk wanita dan anak-anak.
Yildirim sekali lagi menyebutkan “kesungguhan keras” Turki melawan terorisme dan berkata serangan di perbatasan selatan akan dibalas dengan serangan balik yang sama kuat.
“Melawan terorisme tidak hanya soal melawan teroris dan meningkatkan keamanan. Kami juga berusaha untuk memenuhi kesejahteraan warga negara kami secara adil,” kata perdana menteri.
Dia menyoroti investasi yang dilakukan di Nigde dan mengumumkan proyek baru, termasuk kereta super cepat dan bandara di Kabupaten Bor.